Sabtu, 26 September 2026

Keutamaan Muslim yang lemah

 Allah tidak bosan memberi nikmat kepada kita, nikmat iman, sehat, bisa sholat sunnah fajar, sholat subuh berjama'ah, ta'lim, sholat sunnah syuruk.


Semoga segala nikmat ini bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas taat kita kepada Allah. 



Syarah Kitab Riyadush Shalihin 

Bab : 32, Hadits ke 6

Keutamaan Muslim yang Lemah dan Fakir


Lihat Syarah atau penjelasan para ulama' terkait kitab ini.


Kemuliaan orang di sisi Allah tidak ditentukan dari pakaian, kekayaannya, popularitasnya, status sosialnya. Walau tidak dianggap penting oleh orang lain, tidak punya kekayaan, popularitas.


Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.

QS. Al Hujurat ayat 13.


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ 


"Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti."

QS. Al-Hujurat[49]:13



Terkenal di langit, yang dilihat hatinya dan amalnya, bukan tampilan fisiknya.


Allah mewujudkan sumpah orang itu.


Yang termasuk golongan ini yang jadi ukuran adalah ketaatan kepada Allah.


▪️Hikmah hadis:

1. Jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya.

Standar sosial biasanya tidak sesuai dengan kemuliaan di sisi Allah. Kekayaan, popularitas bukan tanda kemuliaan. 

Yang dilihat Allah adalah hati dan amal kalian. 

Jangan merasa rendah jika tidak banyak yang kenal kita.

Yang penting Allah tahu kebaikan yang kita lakukan. Kita berharap penerimaan dari Allah. 


Tidak semua orang yang mulia harus terkenal. 

Tidak semua orang yang terkenal itu pasti mulia.


Jangan meremehkan orang miskin, orang yang penampilannya sederhana.

Jangan sombong. Sombong : menolak kebenaran, merendahkan orang lain.


Bukan berarti kita disuruh berpenampilan kumuh. 


Islam mengajarkan: bersih, rapi.


Ketaatan dan ketakwaan kepada Allah yang dinilai.

Jangan melihat kesholihan orang dari penampilan luarnya.


2. Jangan mengejar kemuliaan dari manusia.


Orang tidak bahagia karena merasa tidak dapat validasi atau pengakuan orang lain.


Tugas kita : menjalankan perintah Allah. Selama yang kita lakukan tidak melanggar syari'at, tidak merugikan orang lain, ada manfaatnya, maka jalan terus.


3. Jangan berkecil hati jika kebaikan kita tidak dihargai.

Jika berbuat baik karena Allah, maka istiqomah dan bahagia.


Hal yang salah: berhenti berbuat baik biasanya karena ia ingin validasi orang lain.


Jangan mengharap balasan dari orang yang kita tolong.


Jika berbuat baik tapi tidak bahagia, maka ia melakukan kebaikan bukan karena Allah.


Berbuat baik sudah berkorban tenaga, harta, segala upaya, tapi tidak bahagia, rugi kita. Yang bahaya : tidak dapat pahala dari Allah.


Jangan berkecil hati jika kebaikan tidak dihargai orang lain.


Balasan dari Allah lebih penting, bernilai, bermanfaat bagi kita.


Kita berbuat baik karena Allah.

Lelah karena Allah saja.


Jika manusia tidak melihat, yakin Allah melihat kita. 

Roqib dan Atid tidak akn pernah error seperti errornya cctv.


QS. Al Zalzalah ayat 7-8:


فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ


"Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."

QS. Az-Zalzalah[99]:7



وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ


"Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya."

QS. Az-Zalzalah[99]:8


4. Jangan merasa aman karena dihormati dan ditakuti oleh manusia.

Jangan jumawa.

Pujian, hormat manusia bukan jaminan kemuliaan di sisi Allah.


5. Jadilah orang yang dekat dengan Allah.

_'Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.'_

Maksudnya, jaga hubungan baik dengan Allah. Kerjakan yang diperintahkan, jauhi yang dilarang, Hanya beribadah kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya.

Allah yang akan menjaga kita.

Jika kita ada masalah, pertolongan Allah menghampiri kita.


Jangan sibuk cari posisi di sisi manusia, tapi sibuk cari posisi di sisi Allah.




#Hadis ke 7 

Penjelasan:

Bukan berarti orang miskin otomatis masuk surga. Orang miskin yang masuk surga yang memenuhi kriteria beriman dengan iman yang benar, tetap menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan Allah, tidak mempersekutukan Allah, sabar, menjaga kehormatan dirinya, taat kepada Allah. 

Orang miskin lebih cepat masuk surga, karena memang sedikit yang dimintai pertanggungjawaban terkait hartanya.


Orang miskin yang lebih cepat masuk surganya yang punya kesabaran dan ketakwaan kepada Allah.


Banyak Orang kaya masuk surga : syukur dan dermawan.

Syukur : menempatkan sesuatu pada tempatnya, menggunakan nikmat sesuai peruntukannya. Untuk apa nikmat Allah ciptakan, untuk itu digunakan.


Jadikan harta sebagaimana semestinya, jadikan *sarana* untuk kehidupan yang kekal abadi.

Jangan jadikan harta sebagai tujuan.

Banyak ibadah yang membutuhkan harta seperti: haji, umroh, sedekah.


Kufur nikmat : menggunakan nikmat tidak sesuai peruntukannya.


Mensyukuri nikmat diciptakan kita sebagai manusia dengan digunakan sesuai tujuannya, yakni beribadah.


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ


"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."

QS. Az-Zariyat[51]:56




'Berkata baik atau diam.'



Hisab diri kita, sebelum dihisab oleh Allah.


Adapun orang kaya masih tertahan karena kekayaan membawa pertanggung jawaban.


Renungkan pertanyaan:

a. Darimana harta diperoleh: halal atau haram

b. Zakat sudah ditunaikan ? Zakat fitrah, zakat maal.

c. Apakah ada hak orang miskin yang diabaikan. Sedekah, infaq.

d. Sisa harta yang ada untuk apa digunakan. 

f. Apakah harta yang dipunyai jadikan ia sombong atau tidak, meninggalkan kewajiban atau tidak.


Semakin banyak kenikmatan yang Allah berikan, tambah mendekat kepada Allah, tambah sering introspeksi: semakin baik tidak amal kita. 


Tambah rajin sholat berjamaah, ke majelis taklim, silaturahim. 


Nikmat yang tidak menjadikan kita lebih dekat kepada Allah, maka itu musibah.




ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ 


"Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)."

QS. At-Takasur[102]:8




Kaya itu tidak berdosa. Kaya maka punya amanah lebih besar. 



_“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.”_


✨Yang penting: Taat, takwa, amanah.


Orang kaya yang syukur, amanah menggunakan harta dengan baik bisa jadi jalan menuju surga.


Miskin kufur, durhaka tidak bisa menyelamatkannya.


🍃Titipkan harta ke pembangunan masjid, mushola, rumah tahfidz, ke orang miskin, anak yatim, dll.


Kaum wanita perhatikan amalnya. Jangan mengingkari kebaikan suami, jangan mengingkari jasa, jangan menggunakan lisan dengan cara yang buruk.


Umar bin Khattab juga pernah dimarahi istri beliau.

Ingat-ingat semua kebaikan-kebaikannya. Berkorban mengandung, mempertaruhkan nyawa, melahirkan, mengurus suami, anak. Banyak kebaikannya daripada kekurangannya.


Tumbuhkan rasa saling bukan rasa paling

Saling membantu, menyayangi.

Jangan merasa paling berjasa, paling penting.


Hikmah:

1. Jangan tertipu keadaan di dunia. Ukuran kemuliaan: ketakwaan dan ketaatan kepada Allah.

Rumah, uang sudah digunakan untuk apa. Yang ditanya fungsi nikmat yang telah diberikan oleh Allah, kita gunakan untuk apa.


Hadis ini pengingat bagi orang yang punya kelapangan rezeki, 

Sudahkah menunaikan hak Allah?

Sudahkah zakat, untuk istri, anak, sedekah, bantu ortu, saudara, fakir miskin?

Sudahkah harta untuk dakwah?

Sudahkah menjaga sumber penghasilan halal?

Jadikan harta bekal menuju surga. 


Renungkan agar: rumah bukan jadi tempat banyak mengeluh,

pengorbanan bertahun-tahun kalah dengan satu pertengkaran,

sering berterimakasih kepada pasangan.


Jadi wanita pandai: bersyukur, jaga lisan, jaga kehormatan, sumber ketenangan bagi keluarga.


Kemiskinan bukan kehinaan,

Kekayaan bukan kemuliaan.

Kemiskinan bukan tiket masuk surga


Yang menentukan : iman, takwa, sabar, syukur, mempertanggung kepada Allah.


Jaga lisan, hargai kebaikan, perbanyak amal sholeh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bangun kedekatan dengan anak

 Jaga fitrah anak. Mayoritas orang Indonesia menggunakan internet.  Bagus jika diarahkan ke positif, buruk jika digunakan keburukan. Anak ya...