Kitab Al-adab Al-mufrad
Bimbingan agar kita punya adab, akhlak, perangai seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad.
Bab tentang Berdoa ketika orang mengalami kesusahan.
Suka duka itu sesuatu yang berputar.
Allah yang bisa membuat orang tertawa, menangis.
Ini bahan ujian.
Kebaikan-kebaikan keburukan-keburukan sebagai bahan ujian, untuk diketahui siapa dari kamu yang paling bagus amalnya.
Sikap kita menghadapi peristiwa yang terjadi.
Apapun yang terjadi itu takdir.
Suka duka itu bahan ujian.
Jangan sampai masuk ke kesombongan karena kaya.
Apakah kebesaran manusia bisa menaklukkan gelombang laut? Buktinya, tidak bisa manusia menaklukkan.
Zaman Nabi Nuh, gunung tenggelam.
Apa yang dibanggakan ketika kondisi seperti itu.
Musibah itu ada fadhilah besar.
Suka duka itu bahan ujian.
Suka maka solusinya : syukur.
Duka maka solusinya : sabar.
اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Artinya:
Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur, dan beribadah yang baik kepada-Mu.
Ya Allah bantu saya berdzikir kepada Mu.
Syukur, maka: persungguh sholat, sedekah.
Senang dengan sholat.
Mengambil keduniaan seperti jatahnya orang miskin.
Sedikit tapi cukup, selebihnya untuk sedekah.
Doa ketika dalam kesusahan:
Susahnya Nabi yakni dakwah tapi disakiti, diancam dibunuh. Beliau prihatin yang mendalam, orang yang didakwahi diberi petunjuk jalan keselamatan tapi orang tersebut mengambil jalan yang salah.
Tanggung jawab memperjuangkan umat.
Jadi susah kasih sayang.
Apapun latar belakang susah, identik dengan cucuran air mata. Maka perbanyak doa.
Doa menjadi obat.
Sering susah karena memikirkan barang kecil.
Maka, dialihkan memikirkan barang besar.
Pikirkan : pahala, ketahuidan, keikhlasan, suksesnya dakwah, husnul khotimah, alam kubur, di padang mahsyar selamat.
Sehingga dunia terasa ringan.
Obat : ketahuidan keagungan Allah.
Berupaya selamat di Padang Mahsyar.
Yang besar tadi tujuan.
Yang kecil itu ujian.
Berpikir keagungan Allah. Maka dunia kecil.
Sanjungan dari makhluk itu perkara kecil.
Solusi : Tauhid.
Nabi Yunus ditelan ikan.
Doa Nabi Yunus :
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.”
Dengan ketahuidan, dunia mudah.
Susah dunia, pikirkan akhirat.
Lihat, dengar, pikir sesuatu yang benar.
Berpikir objektif.
Berlindung dari kefakiran.
Sadari fakir itu ujian. Solusinya, kembalikan urusan kepada Allah.
Mengadu kepada Allah. Allah akan beri dengan cara-Nya.
Terkait Doa Nabi Musa,
فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰىٓ اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
"Maka, dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu. Dia kemudian berpindah ke tempat yang teduh, lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.”"
QS. Al-Qasas[28]:24
Allah beri dengan cara-Nya sendiri.
Hak tamu : tuan rumah menjamu tamu.
Kembalikan kepada Allah. Allah yang memberi jatah.
Di alam kubur, ada siksa atau nikmat kubur.
Mati itu perpindahan saja. Jadi di alam kubur hidup, ditampakkan surga ataukah neraka.
Berlindung dari siksa kubur.
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَليمُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ، وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ
Artinya: "Tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah yang Maha Agung dan Maha Santun. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai ‘arsy, yang Maha Agung. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah – (Dia) Rabb yang menguasai langit, (Dia) Rabb yang menguasai bumi, dan (Dia) Rabb yang menguasai ‘arsy, lagi Mahamulia."
Allah tidak langsung hukum orang yang berbuat salah.
Segera taubati.
Perbanyak syukur dan dzikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar