Kamis, 09 Juli 2026

Bertaqwa

Keberkahan untuk Bangsa yang Bertaqwa 


Bersyukur lah!

Jika bangsa bersyukur, takwa kepada Allah, takut dan tunduk kepada Allah, maka Allah akan memberikan karunia, nikmat yang banyak.


Dekat, tunduk, takut lah kepada Allah.

Bersyukur, menjalankan ajaran dari Allah.


Apa yang dilakukan manusia, pasti ada akibatnya.

Jika orang berpaling (tidak mau taat kepada Allah) maka ada akibatnya.

Jika bersyukur, benar-benar berterima kasih kepada Allah, maka ditambah nikmat oleh Allah.

Bersyukur atas ilmu, tenaga, kesehatan, harta, dll. Yang semua nikmat itu dipakai untuk Allah.


Karena manusia yang tidak tahu kehidupan ini, maka nikmat digunakan untuk dunia saja.

Adapun orang mukmin jika akan melakukan sesuatu maka melakukan itu mencontoh mengikuti Rasulullah, seperti cara minum dll.

Jadi ibadah : apa saja yang sesuai cara yang dilakukan oleh Rasulullah. 

Jadi ibadah itu luas.

Kehidupan kita jadikan sesuai contoh Rasulullah, jadi ibadah.


Kita tidak tahu apa-apa, kita bisa karena Allah yang mengajarkan ke kita.

Banyak menyebut lah لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ


Kita tidak akan bisa mencari ilmu, melakukan apa-apa kecuali karena pertolongan Allah.


Semua ada bimbingan, aturannya, Rasulullah yang mengajarkan.

Terus menerus ingat kepada Allah.

Setiap waktu ingat kepada Allah.

Setiap akan melakukan sesuatu menyebut nama Allah.


Hidup akan diberkahi jika bersama Allah.


Kita tidak boleh meremehkan kebaikan.


Kita tidak tahu amal mana yang diterima oleh Allah. 


Jangan meremehkan dosa.

Kita tidak bisa menjauhi dosa dan maksiat kecuali seizin Allah.


Minta segala pertolongan kepada Allah.

Tangan kita tidak bisa bergerak kecuali atas izin Allah.

Tanpa izin Allah, tdak bisa kita melakukan sesuatu.


Kelihatannya orang sama saja mau berdoa atau tidak, tapi sangat berbeda sebenarnya.

Bedanya, mukmin, minum : dahaga habis dan jadi ibadah.


Doa agar hidup dalam kebenaran.

Ya Allah jadikan negeri ini negeri yang aman. Beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya, bertakwa kepada Allah. 


Iman yang kokoh, kuat dalam hati.

Aqidah : sesuatu yang terikat di hati kita, tidak bisa dirubah. 

Dgn aqidah punya kemantapan dalam hidup, tidak bimbang dan tidak ragu.

Hidup bersama Allah, untuk Allah, dan akan kembali kepada Allah.


Apa yang kita lakukan karena Allah dan untuk Allah.

Semua yang ada di bumi binasa, tidak ada yang kekal.

Yang kekal hanya Allah, yang punya kebesaran dan kemuliaan.

Makhluk itu tidak abadi tidak kekal. Maka bekal apa yang kita punya untuk menghadapi setelah kematian. 

Al kayyis (orang yang cerdas) : suka memperbaiki diri dan rajin berbuat dengan apa saja (kebaikan baik ilmu, harta, tenaga) untuk kepentingan sesudah matinya. 


Berpikir, setelah mati dapat siksa apa kenikmatan. 

Maka saat di dunia bawa persiapan, sangu untuk di alam kubur, alam akhirat.

Berbekalah kamu! 

Sebaik-baik bekal itu bertakwa!

Agar aman di alam kubur dan alam akhirat.



Mukmin jika dihadapkan 2 hal :

Sehat : maka bersyukur, berterima kasih kepada Allah.

Sakit : maka bersabar, minta kesembuhan kepada Allah.


Allah tahu apa ujian yang terbaik untuk makhluk Nya.


Mengadu kepada Allah.

Jika punya persoalan, kesedihan, kesusahan, masalah maka bukan untuk diselesaikan sendiri, kita tidak mampu.

Maka caranya datang kepada Allah. Minta kepada Allah. Mendesak minta kepada Allah.

Bagaimana caranya saya menyelesaikan ini? Minta kepada Allah.


Jangan hanya berpikir, setres. 


Maaf ya Allah, saya tamak dll.

Saya minta tolong, berikan jalan keluar ya Allah.


Ya Allah jadikan hamba bersyukur kepada Mu.

Jadikan hamba berhusnudzon kepada Mu.


Buka sajadah, mengadu, berharap, doa kepada Allah.


Ya Allah, tolong perbaiki iman saya, ibadah saya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bertaqwa

Keberkahan untuk Bangsa yang Bertaqwa  Bersyukur lah! Jika bangsa bersyukur, takwa kepada Allah, takut dan tunduk kepada Allah, maka Allah a...